Showing posts with label Bimbingan dan Konseling. Show all posts
Showing posts with label Bimbingan dan Konseling. Show all posts

Prosiding Bimbingan dan Konseling

Sunday, 31 March 2013
AKAN SEGERA TERBIT
PROSIDING BIMBINGAN DAN KONSELING 



Konseling Lintas Budaya

Monday, 18 March 2013
KONSELING LINTAS BUDAYA
*agustiansyah

PENGERTIAN BUDAYA
Tokoh pendidikan nasional bapak Ki Haiar Dewantara (1977) memberikan definisi budaya sebagai berikut: Budaya berarti buah budi manusia, adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh yang kuat, yakni alam dan jaman (kodrat dan masyarakat), dalam mana terbukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai bagal rintangan dan kesukaran didalam hidup penghidupannya, guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan, yang pada lahirnya bersifat tertib dan damai.
Pendapat Ki Hajar Dewantara diperkuat oleh Soekanto (1997) dan Ahmadi

Behavior Contracts

Wednesday, 29 August 2012
BEHAVIOR CONTRACTS
Setiap guru memiliki setidaknya satu siswa yang menantang di kelasnya, seorang anak yang membutuhkan perhatian tambahan dan cara yang insentif untuk mengubah kebiasaan perilakunya. Dia bukan anak-anak nakal, hanya anak-anak yang membutuhkan dukungan ekstra dan disiplin.
Kontrak perilaku (behavior contracts ) dapat membantu Anda mengubah perilaku para siswa sehingga mereka tidak lagi mengganggu pembelajaran di kelas Anda. Dengan demikian, perlahan tapi pasti, anda dapat mengendalikan dan melihat perubahan pada anak tersebut. Kontrak perilaku (behavior contracts ) adalah perjanjian dua orang atau lebih untuk bertingkah laku dengan cara tertentu dan untuk menerima hadiah bagi tingkah laku itu. Kontrak ini menegaskan harapan dan tanggung jawab yang harus dipenuhi dan konsekuensinya.

Pekan Ilmiah Bimbingan dan Konseling UIN Suska Riau 2012

Thursday, 24 May 2012
Rektor, Dekan FTK & Psikologi, Ketua/Sekretaris Jurusan, Narasumber,
Dosen Pembimbing pada acara Pekan Ilmiah Bimbingan dan Konseling UIN Suska Riau 2012


A.      Nama Kegiatan :
Pekan Ilmiah Bimbingan dan Konseling

B.      Tema :
Pendekatan High Tech dan High Touch dalam Konseling Menjawab Tantangan Global”.

C.      Latar Belakang
Teknologi dan kreatifitas/sentuhan tingkat tinggi yang sering dikenal dengan istilah high touch diperlukan oleh praktisi pendidikan, agar kegiatan berjalan efektif dan efisien. Guru Pembimbing/Konselor  adalah pendidik, dan telah diakui secara eksplisit dalam UU Sisdiknas Tahun 2003.

Contoh Satlan dan Laprog Bimbingan dan Konseling

Tuesday, 22 May 2012
          Format: Satuan Layanan BK
SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING

A.    Topik Permasalahan    : Mengenal Dunia Pendidikan Tinggi
B.     Bidang Bimbingan      : Bimbingan Karir
C.     Jenis Layanan              : Layanan Orientasi
D.    Fungsi Layanan           : Pencegahan dan Pemahaman
E.     Tujuan Layanan          :
·          Agar siswa mengetahui seperti apakah sekolah yang akan mereka masuki                  Setelah tamat dari SLTA
·         Agar siswa bisa dengan mudah memilih perguruan tinggi yang akan mereka masuki
·         Agar tidak adanya penyesalan siswa di kemudian hari ketika Telah memasuki perguruan  tinggi yang dipilih
·         Agar siswa mengenal perbedaan jenis-jenis perguruan tinggi
·         Serta siswa mengetahui dan memahami program pengajaran yang ada dari kelima jenis sekolah menengah

Buku Prosiding Seminar BK UIN Suska Riau

Monday, 21 May 2012

BUKU PROSIDING 
SEMINAR BIMBINGAN DAN KONSELING
UIN SUSKA RIAU


“Pendekatan High Tech dan High Touch dalam Layanan Konseling Menjawab Tantangan Global”

NB : Untuk Pemesanan akan segera dilampirkan Contact Person.


PENGANTAR

 Dalam rangka meningkatkan akuntabilitas BK dan kepercayaan publik pada organisasi Bimbingan dan Konseling khususnya prodi BK UIN Suska Riau, maka diselenggarakan kegiatan Pekan Ilmiah Bimbingan Konseling. Kegiatan yang diselenggarakan mulai dari tanggal 28 April 2012 yaitu lomba bimbingan kelompok tingkat SLTP dan SLTA se Propinsi Riau, Lomba Karya tulis ilmiah bagi Guru Pembimbing tingkat SLTP/SLTA se Propinsi Riau, Lomba Kreasi Siswa berupa karikatur/poster tentang BK dan Seminar Nasional BK. Keempat kegiatan itu dalam tema utama yaitu  Pendekatan High Tech dan High Touch dalam Layanan Konseling Menjawab Tantangan Global.
Semua Karya Tulis ilmiah dari Guru Pembimbing yang ikut dalam perlombaan merupakan hasil karya ilmiah yang patut untuk dihargai. Selain itu hasil dari seminar nasional yang diselenggarakan berupa makalah-makalah ilmiah dapat dibuat menjadi prosiding ini dengan tema: Pendekatan High Tech dan High Touch dalam Layanan Konseling Menjawab Tantangan Global. Oleh sebab itu buku prosiding ini merangkum semua tulisan baik yang sempat disajikan secara lisan dihadapan seluruh peserta seminar maupun karya tulis ilmiah guru pembimbing yang hanya sempat dipublikasikan lewat buku prosiding ini. Materi seluruh tulisan mengacu kepada tema tersebut, baik dalam pembahasan yang lebih luas ataupun yang lebih khusus. Pendekatan high tech berupa penggunaan teknologi tingkat tinggi dalam layanan konseling dan peningkatan sentuhan tingkat tinggi/kreatifitas guru pembimbing/guru BK/konselor sekolah dalam melaksanakan layanan konseling, merupakan isu yang diangkat dalam tulisan-tulisan tersebut.

Tugas Perkembangan Siswa SLTP

Friday, 4 May 2012
TUGAS PERKEMBANGAN SISWA SLTP
*agustiansyah

Ada beberapa tugas perkembangan yang harus dicapai oleh siswa Sekolah Menengah Pertama sebagai remaja. Menurut Elizabeth B. Hurlock (1996: 10) tugas perkembangan remaja yaitu:
  1. Mencapai hubungan baru dan yang lebih matang dengan teman sebaya, baik pria maupun wanita.
  2. Mencapai peran sosial pria, dan wanita
  3. Menerima keadaan fisiknyadan menggunakan tubuhnya secara efektif
  4. Mengharapkan dan mencapai perilaku sosial yang bertanggung jawab
  5. Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang-orang dewasa lainnya.
  6. Mempersiapkan karir ekonomi
  7. Mempersiapkan perkawinan dan keluarga
  8. Memperoleh perangkat-perangkat nilai dan sistem etis sebagai pegangan untuk berperilaku, mengembangkan ideologis.
Selanjutnya menurut Prayitno (1997: 62) tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai oleh siswa SMP adalah:

RPP Bimbingan dan Konseling


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
NAMA SEKOLAH          : SMA NEGERI 1 SIAK HULU
MATA PELAJARAN      : KOMPUTER
KELAS / SEMESTER      : XI / 1
PERTEMUAN KE           : 1
WAKTU                            : 1 X 15 MENIT


A.      STANDAR KOMPETENSI :
1.      Mengenal system jaringan komputer

B.     KOMPETENSI DASAR :
1.1. mengenal system jaringan komputer LAN (Lokal Area Network)

C.       INDIKATOR :
·         Mengenal kegunaan system jaringan LAN

Tugas dan Tanggung Jawab Petugas BK

Thursday, 13 October 2011

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB
PETUGAS BIMBINGAN KONSELING DI SEKOLAH
 *agustiansyah

A. Peran Kepala Sekolah
Kepala sekolah selaku penanggung jawab seluruh penyelenggaraan pendidikan di sekolah memegang peranan strategis dalam mengembangkan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Secara garis besarnya, Prayitno (2004) memerinci peran, tugas dan tanggung jawab kepala sekolah dalam bimbingan dan konseling, sebagai berikut :
  1. Mengkoordinir segenap kegiatan yang diprogramkan dan berlangsung di sekolah, sehingga pelayanan pengajaran, latihan, dan bimbingan dan konseling merupakan suatu kesatuan yang terpadu, harmonis, dan dinamis.
  2. Menyediakan prasarana, tenaga, dan berbagai kemudahan bagi terlaksananya pelayanan bimbingan dan konseling yang efektif dan efisien.
  3. Melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap perencanaan dan pelaksanaan program, penilaian dan upaya tidak lanjut pelayanan bimbingan dan konseling.

Dasar Hukum Penyelengaraan BK di Sekolah

Thursday, 26 May 2011
            Penyelenggaraan bimbingan dan konseling di sekolah merupakan bagian integral dari upaya pendidikan perperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui berbagai pelayanan bagi peserta didik bagi pengembangan potensi mereka seoptimal mungkin.
            Saat sekarang kehadiran bk pada lembaga pendidikan tidak diragukan lagi karena secara yuridis formal pemerintah telah memberikan legalitas terhadap keberadaan bk di sekolah.
            Mulai dari Undang-Undang peraturan pemerintah, surat keputusan mentari dan peraturan menteri.
            Berikut ini dikemukakan berbagai peraturan perundangan yang mendasari dan terkait lagsung dengan layanan BK di sekolah.

1. Undang-Undang dasar 1945
      Bab XIII tentang pendidikan dan kebudayaan pasal 31
Ayat 1                   : setiap warga negara berhak mendapat pendidikan
Ayat 2                   : pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang di atur dengan undang-undang.

SEJARAH BIMBINGAN DAN KONSELING DAN LAHIRNYA BK 17 PLUS

Tuesday, 10 May 2011
Pendahuluan
Sejarah lahirnya Bimbingan dan Konseling di Indonesia diawali dari dimasukkannya Bimbingan dan Konseling (dulunya Bimbingan dan Penyuluhan) pada setting sekolah. Pemikiran ini diawali sejak tahun 1960. Hal ini merupakan salah satu hasil Konferensi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (disingkat FKIP, yang kemudian menjadi IKIP) di Malang tanggal 20 – 24 Agustus 1960. Perkembangan berikutnya tahun 1964 IKIP Bandung dan IKIP Malang mendirikan jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Tahun 1971 beridiri Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) pada delapan IKIP yaitu IKIP Padang, IKIP Jakarta, IKIP Bandung, IKIP Yogyakarta, IKIP Semarang, IKIP Surabaya, IKIP Malang, dan IKIP Menado. Melalui proyek ini Bimbingan dan Penyuluhan dikembangkan, juga berhasil disusun “Pola Dasar Rencana dan Pengembangan Bimbingan dan Penyuluhan “pada PPSP. Lahirnya Kurikulum 1975 untuk Sekolah Menengah Atas didalamnya memuat Pedoman Bimbingan dan Penyuluhan.

Tahun 1978 diselenggarakan program PGSLP dan PGSLA Bimbingan dan Penyuluhan di IKIP (setingkat D2 atau D3) untuk mengisi jabatan Guru Bimbingan dan Penyuluhan di sekolah yang sampai saat itu belum ada jatah pengangkatan guru BP dari tamatan S1 Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan. Pengangkatan Guru

BIDANG PELAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

Dalam program konselor sekolah yang menyeluruh meliputi empat bidang dasar yaitu : pengembangan akademis, pengembangan karier, pribadi dan pembangunan sosial.
Seterusnya, Prayitno (2004): menyebutkan pelaksanaan bimbingan dan konseling secara umum dilaksanakan dalam 6 (enam) bidang yaitu;
a) bidang bimbingan pribadi,
b) bidang bimbingan social
c) bidang bimbingan belajar
d) bidang bimbingan karir
e) bidang bimbingan kehidupan berkeluarga,
f) bidang bimbingan kehidupan beragama.

PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING

         BIMBINGAN KONSELING 


Pengertian Bimbingan dan Konseling
      Bimbingan dan konseling berasal dari dua kata yaitu bimbingan dan konseling. Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance yang didalamnya terkandung beberapa makna. Sertzer & Stone (1966:3) menemukakan bahwa guidance berasal kata guide yang mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer (menunjukkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan).
Prayitno dan Erman Amti (2004:99) mengemukakan bahwa bimbingan adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh orang yang ahli kepada seorang atau beberapa orang individu, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa agar orang yang dibimbing dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri dengan memanfaatkan kekuatan individu dan sarana yang ada dan dapat dikembangkan berdasarkan norma-norma yang berlaku. Sementara, Winkel (2005:27) mendefenisikan bimbingan: (1) suatu usaha untuk melengkapi individu dengan pengetahuan, pengalaman dan informasi tentang dirinya sendiri, (2) suatu cara untuk memberikan bantuan kepada individu untuk memahami dan mempergunakan secara efisien dan efektif segala kesempatan yang dimiliki untuk perkembangan pribadinya, (3) sejenis pelayanan kepada

CONTOH SATUAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING

SATUAN LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
 
1.   Topik Permasalahan          : Mengembangkan sikap mental positif dalam belajar
2.   Bidang Bimbingan            : Bimbingan belajar
3.   Jenis Layanan                    : Pembelajaran
4.   Fungsi Layanan                 : Pemahaman
5.   Kompetensi Dasar             : Mampu belajar secara optimal untuk menguasai program-program di SMP
6.   Indikator                           : a. Memiliki sikap, kebiasaan dan ketrampilan belajar secara optimal Untuk menguasai program-program di SMP
                                                     b. Mengembangkan sikap, kebiasaan dan ketrampilan belajar secara optimal
7.   Strategi                              : a. Penyampaian informasi tentang pengembangan sikap mental yang positif dalam belajar
                                                  b. Dialog
                                                  c. Melaksanakan tugas
8.   Deskripsi Materi                : Sikap mental yang harus dimiliki oleh pelajar dalam belajar