Showing posts with label Makalah. Show all posts
Showing posts with label Makalah. Show all posts

Makalah Teori Perilaku Agresif

Friday, 4 May 2012
TEORI PERILAKU AGRESIF
*Agustiansyah

Teori tentang perilaku Agresif banyak dikemukakan oleh para ahli, ada yang mengatakan bahwa perilaku agresif merupakan sifat bawaan, sedangkan ahli yang lain memandang karena adanya lingkungan. Berbagai pandangan tersebut diuraikan berdasarkan minat pada bidang yang ditekuninya. Di bawah ini akan dijelaskan dalam beberapa teori tentang perilaku agresif, yaitu:
Perilaku Agresif sebagai Perilaku Bawaan

Freud (Barbara, 2005) dengan teorinya berpandangan bahwa perilaku individu didorong oleh dua kekuatan dasar yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sifat kemanusiaan, yaitu perilaku agresif itu berasal dari insting mahluk hidup yang pada dasarnya pada diri manusia terdapat dua macam insting, yaitu insting kehidupan (eros) dan insting kematian (thanatos). 

Makalah Allah sebagai Rabb Alam Semesta menurut Perspektif Al-Qur’an

Thursday, 3 May 2012

ALLAH SEBAGAI RABB ALAM SEMESTA MENURUT PERSPEKTIF AL-QUR’AN

A.      PENDAHULUAN
1.        Latar Belakang
Mungkin terlintas dalam benak kita, apakah masih perlu berbicara tentang Allah? Bukankah kita sudah sering mendengar dan menyebut asma-Nya. Bukankah kita sudah tahu bahwa Allah adalah Tuhan kita. Tidakkah itu sudah cukup? Ketahuilah, perasaan merasa cukup inilah yang menghalangi kita untuk menambah dan memperkaya wawasan kita tentang pemahaman dan pengenalan terhadap pencipta kita, Allah SWT. 
Sesungguhnya semakin dalam dan sering kita memahami untuk mengenal Allah maka kita akan semakin merasa dekat dengan-Nya. Semakin dekat perasaan kita kepada Allah, semakin tenang jiwa kita. Sebagaimana yang termaktub dalam Al Qur’anul Karim dalam Surat Ar Ra’du (13) : 38.

Makalah Perkembangan Sains Modern

PERKEMBANGAN SAINS MODERN
BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang
Sains bermula dari sifat keingintahuan manusia terhadap hakikat segala sesuatu. Pada mulanya sifat dasar manusia yang selalu ingin tahu itu dideskripsikan melalui mitos, namun seiring berjalannya waktu, kemampuan analisa, abstraksi, dan logika manusia mengalami perkembangan secara perlahan-lahan. Seorang intelektual tidak dapat terpuaskan dengan mitos, yang menganggap air hujan adalah air mata dewa atau gempa bumi adalah langkah kaki para dewa.
Perkembangan sains modern ditandai oleh kebangkitan kembali sains dari dogma-dogma. Tokoh-tokohnya diantaranya adalah Tycho Brahe menekuni bidang astronomi dengan membuat alat-alat untuk melihat benda-benda angkasa. Sains modern telah memunculkan pola pikir yang pada akhirnya sebagai anti-tesa sains Abad Pertengahan dan telah membentuk pola pikir tersendiri, yaitu rasionalisme dan empirisme.

Makalah Konseling Analisis Transaksional

Wednesday, 5 October 2011
KONSELING ANALISIS TRANSAKSIONAL
*Agustiansyah


Struktur Kepribadian
Setiap orang memiliki:
· Ego child: reaksi emosional yang spontan, humor.
· Ego parent : membimbing, mengarahkan, membantu dan merawat.
· Ego adult: rasional, objektif dan bertanggungjawab

Ini terbentuk pada 5 tahun pertama
Unsure:
· Ego diistilahkan dengan egostate (pernyataan ego). Perasaan dan kondisi psikis dan pola-pola tingkahlaku.

Makalah Konseling Psikoanalisis Klasik (Sigmund Freud)

KONSELING PSIKOANALISIS KLASIK (SIGMUND FREUD)
*AGUSTIANSYAH

1. Hakekat Manusia Menurut Freud
  • Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan pengalaman-pengalaman dini
  • Manusia sebagai homo valens dengan berbagai dorongan dan keinginan
  • Motif-motif dan konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang
  • Manusia didorong oleh dorongan seksual agresif
  • Perkembangan dini penting karena masalah-masalah kepribadian berakar pada konflik-konflik masa kanak-kanak yang direpresi.
2.Perkembangan Kepribadian
·Struktur keperibadian
1)  Id, adalah sistem keperibadian yang asli yang ada semenjak individu lahir. Id berisikan semua aspek psikologis yang diturunkan, seperti insting, impuls dan drives. Id berada dan beroperasi dalam daerah unconscious, mewakili subyektivitas yang tidak pernah disadari

Makalah Konseling Psikologi Individual (Alfred Adler)

KONSELING PSIKOLOGI INDIVIDUAL (ALFRED ADLER)
*AGUSTIANSYAH
  •  Hakekat Manusia
Adler berpendapat bahwa manusia pertama-tama dimotivasikan oleh dorongan-dorongan sosial. Menurut Adler manusia pada dasarnya adalah mahluk sosial. mereka menghubungkan dirinya dengan orang lain, ikut dalam kegiatan-kegiatan kerja sama sosial, menempatkan kesejahteraan sosial diatas kepentingan diri sendiri dan mengembangkan gaya hidup yang mengutamakan orientasi sosial. Calvin S. Hall dan Gardner dalam A. Supratiknya (1993:241)
Manusia tidak semata-mata bertujuan untuk memuaskan dorongan-dorongannya, tetapi secara jelas juga termotivasi untuk melaksanakan:

Makalah Konseling Behavioral (Skinner)

KONSELING BEHAVIORAL (SKINNER)
*AGUSTIANSYAH
Hakekat Manusia
  • Manusia adalah makhluk reaktif yan g tingkah lakunya dikontrol oleh faktor-faktor dari luar.
  • Perubahan yang terjadi dalam diri manusia adalah sebagai indikasi adanya proses belajar.
  • Manusia tidak ada dan tetap tidak akan ada kebebasan memilih, yang ada adalah hukum perangsang dan gambaran terhadap rangsangan tersebut(the laws of stimulus and response)
  • Tingkah laku dipelajari ketika individu berinteraksi dengan lingkungan, melalui hukum-hukum belajar : pembiasaan klasik, pembiasaan operean dan peniruan.
Teori Perkembangan Kepribadian
Behaviorisme mengikuti metode eksperimen. Perhatian mereka hanya tertuju terhadap prilaku yang dapat diamati secara ilmiah, hassil yang dapat diukur itulah yang diperhitungkan atau yang menjadi fokus perhatian. Contoh anak kecil menangis karena lapar. Kaum behavioralisme mengutamakan untuk mengubah perilaku bayi tersebut untuk tidak menangis, bukan laparnya.
Selanjutnya perkembangan kepribadian didasari atas tiga prinsip belajar yaitu:

Makalah Pendekatan Gestalt

PENDEKATAN GESTALT
*AGUSTIANSYAH

Frederick Perls (1893-1970) adalah pendiri pendekatan konseling Gestalt. Frederick dilahirkan di Berlin dan berasal dari keluarga Yahudi. Masa mudanya adalahmasa masa-masa yang penuh dengan masalah. Dia mengganggap dirinya sebagai sumber masalah dalam keluarganya dan dia bermasalah dengan pendidikannya. Bahkan di kelas tujuh, Frederick sempat tinggal kelas sebanyak dua kali dan bahkan keluar dari sekolah karena dia memiliki masalah dengan gurunya.

Walaupun di masa mudanya Frederick memiliki masalah dengan pendidikan, tetapi dia dapat menyelesaikan sarjananya, dan pada tahun 1916 dia bergabung dengan angkatan darat Jerman pada PD I.
Proses perkembangan teori Gestalt tidak bisa dilepaskan dari sosok Laura (Lore) Posner (1905-1990). Dia adalah isteri Frederick perls yang secara signifikan turut mengembangkan teori Gestalt. Laura dilahirkan di Pforzheim Jerman. Awal mulanya dia adalah seorang pianis sampai dengan umur 18 tahun. Pada awalnya, Laura juga seorang pengikut aliran Psikoanalisa, yang kemudian pindah untuk mendalami teori-teori Gestalt. Pada tahun 1926, Laura dan Perls secara aktif melakukan kolaborasi untuk mengembangkan teori Gestalt, hingga pada tahun 1930 akhirnya mereka menikah. Pada tahun 1952, mereka mendirikan New York Institute for Gestalt Therapy.

Makalah Teori Self

TEORI SELF
*AGUSTIANSYAH 

Terdapat sejumlah konsep-konsep dasar dalam literature psikologi yang selama bertahun-tahun mendukung teori self. Diantara begitu banyak teori self, kita dapat menemukan konsep-konsep yang dikemukakan oleh Snygg and Combs, Sarbin, Mead, dan Koffka.namun tidak ada diantara mereka yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan teori self sebagaimana yang dilakukan oleh Carl Rogers. Hampir memiliki kasus yang sama dengan Freud gagasan yang dikemukan oleh Carl Rogers memiliki pengaruh besar dalam bidang konseling. Meskipun pada waktu yang bersamaan juga telah memunculkan berbagai kontroversi. Pada bukunya Counseling and Psychotherapy tahun 1942. Rogers terlihat mempunyai keinginan yang demikian kuat untuk membangun individu dengan harapan setiap orang akan dapat terbebas dari rasa cemas sehingga dapat hidup nyaman ditengah masyarakat.

Makalah Konseling Ego

KONSELING EGO
*AGUSTIANSYAH


Konseling ego dipopulerkan oleh Erikson. Konseling ego memiliki ciri khas yang lebih menekankan pada fungsi ego. Kegiatan konseling yang dilakukan pada umumnya bertujuan untuk memperkuat ego strength, yang berarti melatih kekuatan ego klien. Seringkali orang yang bermasalah adalah orang yang memiliki ego yang lemah. Misalnya, orang yang rendah diri, dan tidak bisa mengambil keputusan secara tepat dikarenakan ia tidak mampu memfungsikan egonya secara penuh, baik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, meraih keinginannya. Perbedaan ego menurut Freud dengan ego menurut Erikson adalah: menurut Freud ego tumbuh dari id, sedangkan menurut Erikson ego tumbuh sendiri yang menjadi kepribadian seseorang.

Makalah Psikologi Anak

Friday, 24 June 2011
BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang Masalah
Perkembangan yang terjadi pada anak meliputi segala aspek kehidupan yang mereka jalani baik bersifat fisik maupun non fisik. Perkembanmgan berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman.
Yang dimaksud dengan perkembangan itu adalah suatu proses perubahan pada seseorang kearah yang lebih maju dan lebih dewasa. Perkembangan manusia telah mengungkapkan bahwa manusia telah tumbuh dan berkembang dari masa bayi kemasa dewasa melalui beberapa langkah jenjang. Kehidupan anak dalam menelusuri perkembangnya itu pada dasarnya merupakan kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan.

Makalah Psikologi Sosial Tentang Motif Sosial

A.     Pengertian Motif
Motif adalah dorongan yang sudah terikat pada suatu tujuan. Misalnya, apabila seseorang merasa  lapar,  itu  berarti  kita  membutuhkan  atau  menginginkan  makanan.  Motif  menunjuk hubungan sistematik antara suatu respon dengan  keadaan dorongan tertentu. Apabila dorongan dasar itu bersifat bawaan, maka motif itu hasil proses belajar.
Ada beberapa definisi tentang motif:
1.   Gerungan (1975) :
Motif itu merupakan suatu pengertian yang melengkapi semua penggerak alasan-alasan atau doronga-dorongan dalam diri manusia yang menyebabkan ia berbuat sesuatu.
2.   Lindzey, Hall dan Thompson (1975) :

Makalah Perkembangan Berbicara Pada Anak

BAB I
PENDAHULUAN
 *Agustiansyah
A.  Latar Belakang
Perkembangan merupakan suatu perubahan yang berlangsung seumur hidup dengan bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian. Ciri-ciri perktumbuhan dan perkembangan anak antara lain, menimbulkan perubahan, berkolerasi dengan pertumbuhan, memiliki tahap yang beruutan dan mempunyai pola yang tetap.
Perkembangan berbicara dan menulis merupakan suatu proses yang menggunakan bahasa ekspresif dalam membentuk arti. Perkembangan berbicara pada awal dari anak yaitu menggumam maupun membeo. Menurut pendapat Dyson bahwa perkembangan berbicara terkadang individu dapat menyesuaikan dengan keinginannya sendiri, hal ini tidak sama dengan menulis.

Makalah Fakor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi

Thursday, 26 May 2011
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN EMOSI
*AGUSTIANSYAH

A.    PENDAHULUAN
1.                  Latar Belakang
Manusia diciptakan dengan berbagai potensi bakat, minat, kreativitas yang unik seta dinamis. Tentu dengan kesemua itu harus ada usaha atau kewajiban untuk mengembangkan baik itu dari kecerdasan majemuk, kecerdasan spiritual, maupun kecerdasan emosional. Dalam perkembangan itu tentunya banyak mengalami hambatan atau rintangan yang dihadapi yang dapat menghambat  serta mempengaruhi proses tersebut. Maka disinilah peran guru pembimbing agar dapat membantu mengentaskan atas pencegahan terhadap masalah yang timbul maupun yang belum timbul dengan fungsi pencegahan. Kerena seandainya masalah timbul akan berimplikasi terhadap perkembangan diri.

Makalah Emotive Behavior Therapy

RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY
*AGUSTIANSYAH

I.         PENDAHULUAN
Pendekatan Rational-Emotive Behavior Therapy (REBT) adalah pendekatan behavior kognitif yang menekankan pada keterkaitan antara perasaan, tingkah laku dan pikiran. pendekatan  Rational-Emotive Behavior Therapy (REBT) di kembangkan oleh Albert Ellis melalui beberapa tahapan. pandanagan dasar pendekatan ini tentang manusia adalah bahwa individu memiliki tendensi untuk berpikir irasional yang salah satunya didapat melalui belajar social. Di samping itu, individu juga memiliki kapasitas untuk belajar kembali untuk berpikir rasional. pendekatan ini bertujuan untuk mengajak individu mengubah pikiran-pikiran irasionalnya ke pikiran yang rasional melalui teori ABCDE.

Makalah Psikologi Humanistik Menurut Maslow

PSIKOLOGI HUMANISTIK MENURUT MASLOW
*AGUSTIANSYAH


BAB I
PENDAHULUAN
Perkembangan aliran-aliran behaviorisme dan psikoanalisis yang sangat pesat di Amerika sangat merisaukan beberapa pakar psikologi  dinegara itu. Mereka melihat bahwa kedua aliran itu memandang manusia tidak lebih dari kumpulan reflex ( behaviorisme ) atau kumpulan naluri saja ( psikonaalisis ). Mereka juga menganggap bahwa kedua alirran itu memandang manusia sebagai mahkluk yang sudah ditentukan nasibnya ( determinisme ) yaitu oleh sitimulus( behaviorisme) atau oleh alam ketidaksadaran ( psikonalisis).dan yang tak kalah penting, merek berkesimpulan bahwa kedua aliran itu menganggap manusia sebagai robot ( behaviorisme) atau sebagai mahkluk yang pesimistik dan penuh masalah ( psikonalisis).

Makalah Tugas Pokok Guru Pembimbing

TUGAS POKOK GURU PEMBIMBING
*AGUSTIANSYAH

A.    Latar Belakang
         Guru pembimbing tidak lepas dari tugas pokoknya yaitu guna terciptanya layanan yang maksimal, diantaranya penyusunan program rencana pelayanan bimbingan dan konseling. Langkah selanjutkannya adalah pelaksanaan setelah itu tentu harus adanya evaluasi pelaksanaan bimbingan dan konseling. Untuk melaksanakan program pelayanan yang baik tentunya setiap guru pembimbing harus mengetahui tugas pokoknya. Semua itu agar tidak terjadi penyelewengan atau kekacauan dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah.
         Sebenarnya ditinjau dari tugas antara guru bimbingan dan konseling dan guru lain adalah sama, yakni sama-sama melakukan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, analisis dan tindak lanjut. Yang membedakan adalah ranah atau skop dari kerja itu sendiri.

Makalah Pendekatan Konseling Spritual

PENDEKATAN KONSELING SPRITUAL
* AGUSTIANSYAH

A.    PENDAHULUAN
1.    Latar Belakang
Kehidupan modern dengan kehebatan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kemajuan ekonomi yang dialami oleh bangsa-bangsa Barat ternyata telah menimbulkan berbagai suasana kehidupan yang tidak memberikan kebahagiaan batiniah dan berkembangnya rasa kehampaan. Mereka menyadari bahwa kemajuan itu telah memisahkan nilai-nilai spiritual sebagai sumber kebahagiaan hidup dan dirasakan oleh mereka sebagai satu kekurangan. Dewasa ini berkembang kecenderungan untuk menata kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual. Mereka makin menyadari bahwa suasana keluarga yang harmonis di atas landasan nilai-nilai religi yang kuat pada dasarnya merupakan situasi yang kondusif bagi terciptanya kehidupan. Suasana seperti itu akan menumbuhkan kualitas manusia agamis yang memiliki ketahanan dan keberdayaan yang mantap. Charlene E. Westgate (1996) menyebutkan kondisi seperti itu sebagai “spiritual wellness” yang dia artikan sebagai suatu keadaan yang tercermin dalam keterbukaan terhadap dimensi spiritual yang memungkinkan keterpaduan spiritualitas dirinya dengan dimensi kehidupan lainnya, sehingga mengoptimalkan potensi untuk pertumbuhan dan perwujudan diri. Selanjutnya Charlene E. Westgate mengemukakan ada empat dimensi “spiritual wellness” ini yaitu (1) meaning of life, (2) intrinsic value, (3) transcendence, (4) community of shared values and support. Dengan kata lain mereka yang telah memiliki “spiritual wellness” memiliki kemampuan untuk mewujudkan dirinya secara bermakna dalam dimensi-dimensi hidup secara terpadu dan utuh.

Makalah Teori Perubahan Sosial Menurut Karl Mark dan Max Weber

Wednesday, 25 May 2011
Teori Perubahan Sosial Menurut Karl Mark dan Max Weber

Teori perubahan social dan budaya Karl Marx yang merumuskan bahwa perubahan social dan budaya sebagai produk dari sebuah produksi (materialism), sedangkan Max weber lebih pada system gagasan, system pengetahuan, system kepercayaan yang justru menjadi sebab perubahan.
Jika dua pandangan itu digunakan sebagai asas dalam pengembangan program Pendidikan Nonformal, akan memberikan dampak untung dan rugi, secara literature hal tersebut disebabkan oleh:
Menurut Douglas (1973), mikrososiologi mempelajari situasi sedangkan makrososiologi mempelajari struktur. George C. Homans yang mempelajari mikrososiologi mengaitkan struktur dengan perilaku sosial elementer dalam hubungan sosial sehari-hari, sedangkan Gerhard Lenski lebih menekankan pada struktur masyarakat yang diarahkan oleh kecenderungan jangka panjang yang menandai sejarah. Talcott Parsons yang bekerja pada ranah makrososiologi menilai struktur sebagai kesalingterkaitan antar manusia dalam suatu sistem sosial. Coleman melihat struktur sebagai pola hubungan antar manusia dan antar kelompok manusia atau masyarakat. Kornblum (1988) menyatakan struktur merupakan pola perilaku berulang yang menciptakan hubungan antar individu dan antar kelompok dalam masyarakat.

MAKALAH MANAJEMEN PENDIDIKAN

Tuesday, 10 May 2011
MANAJEMEN PENDIDIKAN

A.      Pengertian
Administrasi berasal dari bahasa Latin : Ad = intensif dan ministrare = melayani, membantu, memenuhi. Administrasi merujuk pada kegiatan atau usaha untuk membantu, melayani, mengarahkan, atau mengatur semua kegiatan di dalam mencapai suatu tujuan.
Manajemen berasal dari bahasa Perancis kuno ménagement, yang memiliki arti seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen belum memiliki definisi yang mapan dan diterima secara universal. Mary Parker Follet, misalnya, mendefinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi. Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.